GoesDigital growth-based solution serve a wide range of services to enable business to grow faster

Customer Segmentation Models: Cara Untuk Bisnismu Berkembang

18 Agu 2023

customer segmentation models dapat membuat pendapatan bisnis kamu meningkat signifikan
customer segmentation models dapat membuat pendapatan bisnis kamu meningkat signifikan
customer segmentation models dapat membuat pendapatan bisnis kamu meningkat signifikan

Riset dari McKinsey & Company, bisnis yang menggunakan segmentasi konsumen secara efektif dapat meningkatkan penjualan sebesar 20%. Kamu tidak mau melewatkan kenaikan penjualan yang signifikan hanya dengan mengkategorikan konsumen kamu lalu mengirim pesan khusus ke mereka, kan?

Istilah customer segmentation pastinya tidak asing bagi kamu yang sudah menjalankan bisnis. Karena dengan mengkategorikan konsumen kamu ke dalam beberapa segmen, kamu bisa membuat pesan khusus ke setiap segmen dan mengajak mereka untuk melakukan pembelian ulang ke bisnis kamu

Sebelum masuk ke customer segmentation models pelajari tentang pengertiannya, tujuannya apa, dan benefit apa yang akan kamu dapatkan. Simak artikel di bawah ini. 

Apa itu Customer Segmentation

Customer Segmentation adalah sebuah cara membagi sekelompok besar orang menjadi kelompok kecil berdasarkan kemiripan mereka. Tujuan pengelompokkan ini untuk membantu bisnis kamu membuat strategi pemasaran yang lebih efektif.

Apa Keuntungan dari Customer Segmentation Models

Penerapan Customer Segmentation Models memiliki beberapa keuntungan seperti:

  1. Meningkatkan efektifitas dalam pemasaran

Dengan mengenali apa yang dibutuhkan oleh konsumen, kamu bisa membuat strategi yang sangat relevan dan menarik. Ini dapat membantu kamu meningkatkan konversi, penjualan, dan loyalitas dari konsumen kamu

  1. Meningkatkan Kepuasan Konsumen kamu

Dengan memahami konsumen kamu, mereka akan merasa dihargai oleh kamu karena kamu melayani mereka secara khusus.

  1. Meningkatkan pertumbuhan bisnis

Kamu bisa mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini dapat bantu bisnis kamu berkembang secara optimal.

Dari ketiga keuntungan tersebut, otomatis return on investment (ROI) kamu akan meningkat, karena pengeluaran kamu berkurang dan pendapatan kamu meningkat.


Jenis Customer Segmentation Models

Dirangkum dari marketingevolution, berikut merupakan customer segmentation models yang biasa digunakan:


  1. Demographic Segmentation

Segmen ini berisikan konsumen berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pendapatan dari konsumen kamu. Tujuan dari segmentasi ini adalah untuk mengenal konsumen kamu secara mendasar dan kamu juga bisa membuat kampanye produk berdasarkan profil demografis tertentu.

Contoh, sebuah bisnis menjual makanan yang target pasarnya adalah orang berpenghasilan diatas Rp.10 juta per bulan. Dari sini pemilik bisnis harus memilah konsumen mana yang punya penghasilan diatas Rp.10 juta per bulan, lalu membuat iklan ke segmen tersebut.

  1. Behavioral Segmentation

Segmen ini berisikan konsumen berdasarkan pola perilaku konsumen dalam bertransaksi dengan bisnis kita, mulai dari frekuensi pembelian, loyalitas merek, dan jenis produk yang dibeli. Tujuannya adalah agar kamu kenal bagaimana konsumen kamu berbelanja produk kamu mulai dari, preferensi, dan gaya belanja mereka. Kamu bisa membuat customer journey berdasarkan data di segmen ini dan memungkinkan customer retention rate bisnis kamu meningkat seiring waktu.

Contoh, data riwayat pembelian dan media sosial yang digunakan oleh konsumen bisa dijadikan iklan produk sejenis di media sosial yang konsumen pakai sehari - hari. Dari sini pemilik bisnis harus analisis data yang dimiliki dan menggabungkan data tersebut ke dalam satu grup.

  1. Psychographic Segmentation:

Segmen ini berisikan konsumen berdasarkan minat, gaya hidup dan nilai dari konsumen itu sendiri. Tujuannya adalah untuk menggali motivasi yang lebih dalam dibalik pembelian dan kamu juga bisa membuat kampanye yang “menyerang” psikologis konsumen kamu untuk membeli kembali produk kamu.

Contoh, sebuah bisnis menjual produk lifestyle, jadi mereka membuat iklan dan menargetkannya ke pecinta suatu produk yang sejenis, biasanya produknya seperti perlengkapan outdoor memasarkan produknya ke pendaki gunung.

  1. Geographic Segmentation:

Segmen ini berisikan konsumen berdasarkan aspek lokasi, mulai dari tempat tinggal konsumen, iklim di lokasi tersebut, dan faktor budaya di suatu lokasi. Tujuannya adalah untuk mengenali bagaimana kondisi suatu lokasi, sehingga kamu bisa membuat kampanye yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dari konsumen saat kotanya mengalami sesuatu.

Contoh, karena di suatu kota intensitas hujannya tinggi, jadi sebuah bisnis memasarkan produk jaket hujan dan payung agar konsumennya tidak basah kuyup saat hujan. Pemilik bisnis harus tau kota mana saja yang memiliki intensitas hujan yang tinggi, lalu hasil penemuannya dijadikan referensi untuk penempatan iklan.

  1. Technographic Segmentation:

Segmen ini berisikan konsumen berdasarkan operating systems (OS), smartphone,  web browser, aplikasi apa saja yang digunakan oleh konsumen. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan kampanye agar konsumen lebih nyaman dan tertarik menggunakan produk kamu.

Contoh, karena mayoritas konsumen suatu bisnis sering menggunakan salah satu media sosial. Dari penemuan media sosial mana yang sering dipakai, si pemilik bisnis bisa membuat iklan yang relevan bagi pengguna media sosial tersebut.

  1. Firmographic Segmentation:

Segmen ini berfokus pada B2B, berisikan tentang bisnis mana saja yang cocok untuk menjadi konsumen kamu mulai dari industri apa mereka bergerak, ukuran bisnis, dan kebutuhan bisnis. Tujuannya adalah agar kamu bisa membuat penawaran ke bisnis yang relevan dengan fungsi produk kami dan bisa membangun kerjasama yang kuat

Contoh, sebuah bisnis yang menjual asuransi membuat iklan yang targetnya adalah bisnis kecil yang ingin asetnya aman dari risiko operasional. Fokus dari targetnya adalah bisnis kecil, jadi si pemilik bisnis asuransi harus menyesuaikan iklannya agak pemilik bisnis kecil tersebut tertarik dengan produk asuransi.

  1. Needs-Based Segmentation:

Segmen ini berisikan konsumen berdasarkan masalah yang dimiliki oleh konsumen.  Tujuannya adalah produk yang kamu jual menyelesaikan masalah yang dialami oleh konsumen.

Contoh, sebuah bisnis software as a service (SaaS) mengiklankan produknya sebagai solusi sebuah bisnis yang ingin meningkatkan penjualannya. Software yang ditawarkan dijadikan solusi atas pain point yang dirasakan oleh pemilik bisnis yang penjualannya tidak kunjung meningkat.

  1. Value-Based Segmentation:

Segmen ini berisikan konsumen berdasarkan nilai yang mereka berikan kepada bisnis kamu. Nilai tersebut mencakup seberapa banyak uang yang kamu dapatkan dan dukungan positif dari konsumen. Tujuannya adalah kamu bisa memberikan apresiasi yang layak agar konsumen kamu semakin setia dengan bisnis kamu dan mempertahankan hubungan yang kuat.

Contoh, sebuah bank memasarkan produknya berupa kartu kredit yang memiliki fitur cashback ke nasabahnya yang memiliki tabungan dengan nominal tertentu. Dari situasi tersebut, bank harus menentukan berapa nilai minimum tabungan yang layak untuk ditawari kartu kredit, dari penemuan tersebut, bank bisa membuat iklan yang terpersonalisasi ke nasabahnya.

•••

Dari riset McKinsey & Company dapat disimpulkan bahwa customer segmentation models bisa menjadi sebuah solusi untuk kamu yang ingin penjualannya meningkat secara signifikan. Setelah proses segmentasi selesai, kamu bisa memasarkan produk kamu secara efektif dan dapat insight untuk pengembangan produk kamu. Hal tersebut menyebabkan pendapatan usaha kamu akan meningkat signifikan dan pengeluaran kamu juga berkurang karena efektifitas dari customer segmentation models.

Jika kamu kesulitan untuk menentukan kategori mana saja yang tepat untuk memasukan konsumen kamu, GoesDigital bisa membantu bisnis kamu mulai dari merancang strategi segmentasi, mendesain segmentasi yang tepat , dan melakukan pemasaran setiap segmen dengan pesan yang terpersonalisasi.

Raih hasil yang maksimal dengan berkolaborasi bersama GoesDigital.

Mulai personalized campaign ke customer kamu dan raih revenue maksimal dengan CRM services dari GoesDigital.



GoesDigital growth-based solution serve a wide range of services to enable business to grow faster
GoesDigital digitalize business by act as growth-based solution for businesses

Its time to achieve your sustainable growth. Colaborate with us now!

Start Your Project Now